Home

Wednesday, November 30, 2016

Korban Hilang di Ranto Canyon ditemukan

Korban hilang di Ranto Canyon

PanturaNews (Brebes) - Wisatawan Obyek Wisata (OW) Ranto Canyon, Desa Winduasri, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hanyut oleh arus deras sungai akhirnya ditemukan, Rabu 30 November 2016 sekira pukul 16.00 WIB. Korban yang diketahui bernama Darlina (19), warga Desa Temukerep, Kecamatan Larangan itu, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran sungai Desa Kadumanis, Kecamatan Salem.

Informasi yang diperoleh, jenazah korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan dan personil TNI-Polri di lokasi yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi pertama kali korban dinyatakan hilang. Jenazah korban langsung dievakusi dan dibawa ke Puskesmas Salem.

"Ya sudah ditemukan di Desa Kadumanis pukul 16.00 WIB oleh Tim SAR gabungan," kata Kapolsek Salem, AKP Aljihat kepada wartawan.
Sebelum dinyatakan hilang, korban bersama teman-temannya melakukan wisata susur sungai pada Minggu sore 27 November 2016. Tiba-tiba, korban yang tengah melakukan susur sungai di celah Canyon bersama temannya yang berjumlah sekitar delapan orang dihantam arus sungai yang deras. Teman-temannya berhasil menyelematkan diri. Namun, korban tidak bisa, dan terbawa arus sungai deras.
Upaya pencarian telah dilakukan sejak Minggu malam oleh SAR Brebes. Satu regu Basarnas Pos SAR Cilacap berikut peralatan lengkap yang tida lokasi kejadian pada pada Senin 28 November 2016 pagi juga langsung membantu melakukan pencarian korban.

Pencarian dilakukan dengan menyisir alur sungai mulai dari titik track awal body rafting hinga ke hilir. Penyisiran alur sungai dilakukan hingga keluar wilayah Desa Winduasri. Di antaranya Desa Ciputih, Gangawang, hingga Desa Salem di Kecamatan Salem. Di mana lokasi tersebut merupakan titik pertemuan alur sungai Ranto Canyon dengan sungai Cigunung.

Danramil Salem, Kapten (Inf) Agus Sulistyo sebelumnya mengatakan, pada Selasa 29 November 2016 sekira pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB dilakukan penyisiran hingga wilayah Dukuh Brak Desa Salem. Di sana, personel menemukan pelampung yang diduga kuat dikenakan korban sebelumnya.
"Selain pelampung yang diduga dikenakan korban, tim pencarian juga menemukan celana dan kain jilbab yang diduga milik korban," katanya.
Perlu diketahui pula, Ranto Canyon merupakan sebuah objek wisata di Desa Winduasri, Kecamatan Salem, yang mirip dengan Green Canyon di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kegiatan wisatawan yang bisa dilakukan di Ranto Canyon, antara lain berenang, menyelam di antara tebing dan arung jeram dengan panjang lintasan sekitar 750 meter
.
Mau lihat video menarik? Klik disini

Tuesday, November 29, 2016

Wanawisata Puncak Gunung Lio Salem Brebes

Keindahan Wisata Alam Kalibaya, Sensasi Naik Diatas Gunung Lio


Lihat videonya disini

SALEM –   Pesona dan eksotisme alam Salem sepertinya tak pernah habis untuk di eksplore. Salah satu obyek wisata baru yang hadir adalah Wana wisata Kalibaya Park, yang berada diatas Puncak Malio atau Gunung Lio.
Wana Wisata Kalibaya Park menyajikan pesona alam puncak gunung dengan viev Waduk Malahayu, dengan fasilitas permainan Outbound, Gardu pandang (Panyawangan), menara pantau , ATV & Komodo track serta padang Savana. Tempat wisata yang dikelola oleh LMDH (Lembaga Masyara kat Desa Hutan ), Pemerintah Desa (Pemdes) Pasir Panjang, dan Karang Taruna.
Sejak dibuka pasca Lebaran 2016 , Kalibaya Park langsung menarik perhatian wisatawan, setiap hari tak kurang seratus wisatawan datang. Puncaknya hari Minggu atau hari libur jumlah wisatawan mencapai tujuh ratusan . Dengan harga tiket yang terjangkau seharga Tiga ribu rupiah hari biasa dan Lima ribu rupiah pada hari Minggu atau libur.



Menurut Pengelola Wana wisata Kalibaya, Fizar Hadiantara ide mengelola tempat wisata ini, karena Puncak Gunung Malio menawarkan pesona alam yang indah. Berada dijalur utama jalan raya yang menghubungkan Tanjung dan Bumiayu.
“Kami punya potensi alam yang bagus dan persatuan warga yang kuat, baik warga yang disini maupun yang di perantauan. Kami sama-sama saling bahu membahu tempat ini. Dan alhamdulilah kami memperkerjakan 80 orang. Dan khusus untuk outbound kami mendatangkan trainer dari Mapala UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta) untuk mendidik mereka selama dua bulan. Jadi tidak usah ragu tentang keamanan wahana outbound kami,” terangnya.


Nantinya akan dibuat Camping Ground, Aula yang representatif untuk kegiatan skala besar, seprti pagelaran musik maupun event lainnya. Juga akan dipentaskan kesenian khas Salem seperti Angklung dan Kecapi suling.
Tokoh masyarakat Desa Pasir panjang, Koko Haryoko (45) menyambut baik kehadiran Kalibaya Park. Dia mengatakan selain membuka lapangan kerja buat masyarakat , juga buat sarana pemasaran produk-produk hasil pertanian dan kerajinan Salem.


“Ini kesempatan dan peluang bagus untuk kita, dengan makin banyaknya wisatawan datang kesini. Ini merupakan wahana promosi untuk Salem. Semoga bisa mengundang investor untuk membangun Salem.” Imbuhnya.
Adit (25) wisatawan asal Jakarta ketika ditanya tentang Kalibaya Park menjelaskan dirinya merasa kaget, kok di Brebes ada tempat bagus seperti ini. “Saya kira ini di Kalibiru, Yogyakarta eh gak tahunya ini Kalibaya dan kebetulan namanya sama-sama ada Kali nya. Tapi disini lokasinya mudah dijangkau, tempatnta di puncak gunung, dibawahnya terhampar dengan indahnya Waduk Malahayu,” ujarnya.
Walau masih banyak yang perlu dibenahi dan ditambah, seperti menara pandang , tempat sampah, tempat berteduh dan sarana jalan kedalam lokasi, namun Kalibaya Park, Salem menawarkan pilihan tempat wisata di Brebes.